Minggu, 19 Oktober 2014

Demokrasi dari sudut pandang rakyat jelata



Apakah kita harus menaruh kepercayaan penuh kepada mereka?
ya, itulah yang kemarin sempat ramai diperbincangkan mengenai undang-undang apakah kepala daerah harus dipilih melalui DPRD atau pemilihan langsung.

Tunggu dulu..

bagaimana mereka bisa ada disana? kenapa mereka bisa terpilih? siapa yang memilih mereka?
yaa.. pemilihan langsung!!! mereka kita yang pilih dengan cara yang demokratis.

kenapa kita memilih mereka? kenapa mereka yang kita pilih? kenapa partai mereka yang kita pilih? kenapa orang-orang seperti ini diperbolehkan untuk mencalonkan diri? kenapa orang-orang seperti ini diperbolehkan masuk partai politik? bagaimana cara partai menaruh nama mereka dalam urutan nomor nama-nama dalam pemilihan?

baiklah anggap kasus ini tidak pernah ada.
kita tetap bisa memilih pemimpin daerah kita secara langsung, dari partai politik yang sama seperti mereka?
bagaimana cara partai membina kader? sedangkan orang-orang seperti mereka boleh berebut kursi untuk mewakili kita? bukannya mereka dan para calon kepala daerah terpilih nanti sama-sama orang dari partai politik yang sama?

oke, ada calon independent yang bukan orang partai katanya. tapi kenapa mereka tidak pernah menang? ya, karena rakyat (kita) tidak pernah memilih mereka. bukannya pemenang dalam sistem demokrasi ditentukan oleh suara terbanyak?
anggap si independent yang menang, lalu bagaimana si independent dapat mengalahkan orang-orang seperti ini di pemerintahan nanti? bukannya si independent akan dikontrol dan diatur mereka? bukannya setiap kebijakan si independent harus melalui persetujuan mereka? bukannya mereka yang nanti akan membuat aturan dan undang-undang yang harus diikuti dan dipatuhi oleh si independent yang nantinya kalau tidak diikuti akan melanggar aturan konstitusi katanya?

ya, itulah demokrasi!!!

maafkan saya kawan atas banyaknya pertanyaan yang ada di benak dan pikiran ini. banyaknya hal yang saya tidak mengerti tentu menggambarkan betapa bodoh dan kurangnya pengetahuan dalam diri ini.
mungkin kalian akan mentertawakan dan menganggap remeh. ini hanyalah curhatan rakyat jelata Indonesia yang bnayak  orang bilang, mayoritas masih cukup bodoh menerima konsep demokrasi sesungguhnya sesuai keinginan kalian.

ya itulah demokrasi.

-Muhamad Aditya Iranda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar