Senin, 17 November 2014

Damapak Naik BBM

Naiknya harga bbm untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dan tidak ada jalan lain? Krn mereka beranggapan subsidi bbm memberatkan apbn. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi semestinya bermuara kepada kesejahtraan rakyat.
Arti pertumbuhan ekonomi

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi

Rakyat karyawan: bbm naik, ongkos angkutan naik, ongkos ke kantor naik, harga makanan naik, kebutuhan hidup naik.
Gaji naik? Bisa iya bisa gak. Kalo toh naik biaya hidup udah naik, apakah margin kenaikannya sama dengan kenaikan biaya hidup? Klo memang sama, kesejahtraan tidak meningkat, tetap. Klo gaji gak naik? Selamat mengencangkan ikat pinggang Rakyat pengusaha kecil: bbm naik, biaya distribusi naik, ongkos produksi naik. solusinya? Harga barang jual
naik/ kurangin benefit karyawan/ yg parah mecat karyawan. Itu berarti pengangguran bertambah.

Data kementerian keuangan menyebutkan dalam apbn 2014 subsidi bbm memberatkan negara sebesar 210,7 trilum (11,4%), Angka yg cukup besar memang. Namun apabila dibandingkan dengan belanja kementerian dan lembaga yg sebesar 637,8 triliun (34,6%) bahkan tidak sampai setengahnya. Angka itu tidak lebih besar dari pengeluaran untuk dana perimbangan sebesar 487,9 triliun (26,4%).
Dengan demikian siapa yg untung dengan naiknya bbm? Pertumbuhan ekonomi siapa yg meningkat? Kalau semua beban negara harus rakyat yg menanggung, untuk apa ada pejabat pemerintah? Dan kita bayar mahal untuk mereka.
Mungkin analoginya kayak kita beli nasi goreng, nasi gorengnya kita bikin sendiri, abis itu kita kasih nasi gorengnya ke abangnya, trus abangnya makan, dan nasi gorengnya kita yang bayar.

-Muhamad Aditya Iranda-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar